Minggu, 28 Juni 2009

Kesiapan Menuju Pernikahan

Cinta adalah salah satu ANUGRAH yang begitu Indah yang Allah berikan kepada manusia ciptaanNya. Allah menghiasi hati manusia dengan perasaan cinta pada banyak hal. Salah satunya adalah cinta seorang lelaki kepada seorang wanita, demikian jugalah sebaliknya.

Rasa cinta diantara pria dan wanita itu bisa menjadi anugerah yang begitu indah jika luapkan sesuai dengan prinsip-prinsip Allah. Saking indah nya cinta itu maka para pujangga, Para seniman, tidak akan pernah kehabisan kata untuk menuliskan dalam bentuk syair, sajak artikel, lagu-lagu dan lukisan tentang indahnya rasa cinta itu. Namun, perasaan cinta dapat membawa manusia ke jurang kehancuran, bila diumbar demi kesenangan semata dan dikendalikan nafsu liar.

Setiap pasangan Pria dan wanita yang akan mengambil keputusan besar untuk Menikah (dipersatukan dalam pernikahan khudus) dan ingin agar pernikahannya menjadi pernikahan yang membahagiakan seumur hidupnya , maka mereka berdua harus mempersiapkan sebaik baiknya minimal dalam 5 hal. Yaitu : 1. Kesiapan Bagaimana mereka bisa saling menyesuaikan diri, 2. Kesiapan Pemikiran, 3. Kesiapan Psykologis, 4. Kesiapan fisik, dan yang ke 5 adalah adanya Kesiapan Finansial . Untuk itu mari kita bahas satu persatu kelima bagian ini.

1. Kesiapan Untuk Saling Menyesuaikan diri.

Persiapan pernikahan yang harus dimiliki oleh pasangan calon mempelai adalah persiapan bagaimana mereka bisa saling menyesuaikan diri. Karena selama ini mereka adalah dua pribadi dari latar belakang yang berlainan dan sekarang akan hidup bersama-sama. Jadi kita mempersiapkan bagaimana mereka nanti bisa secara harmonis hidup bersama-sama. Disinilah sangat diperlukan bimbingan pranikah bagi pasangan muda . Biasanya pelaksanaanya ± 6 hinggaa 8 kali pertemuan. Dalam masa konseling itu akan membahas dan mendiskusikan materi materi sebagai berikut : Pernikahan dipandang dari sudut Kekristenan, b.) Mengenal diri sendiri dan pengenalan pribadi pasangannya, apakah saya mau berhubungan dengan orang lain.c) Bagaimana berkomunikasi, dan mengatur keuangan dengan baik, d) Marah dan kasih, bagaimana menangani kemarahan, e) Pendidikan sexual, harapan-harapan dalam pernikahan juga anak-anak, dan yang terakhir (g) adalah tentang Komitmen yaitu apakah mereka mau berkomitmen seumur hidup. Itulah tadi hal-hal yang biasanya didiskusikan dalam konseling parnikah. Konselor biasanya akan mengajak pasangan ini membuka pandangannya, membuka mata lebar-lebar melihat kecocokan dan ketidak cocokan yang ada selanjutnya konselor memberikan 1 dari 3 rekomendasi seperti berikut ini. Yang pertama (1) “Menyetujui” silahkan menikah. (2) berikutnya yang kedua “Menunda”, bila mereka belum siap (3) saran yang terakhir “Meminta dibatalkan” bila pasanga tersebut jelas-jelas memunjukan ketidak cocokan yang parah. Karena bila diteruskan mereka tidak akan cocok dan hubungan mereka tidak akan sehat .

Kita perlu menyadari bahwa Persoalan yaitu seperti ketidak cocokan, kecemburuan, ketidak setiaan, ketidak percayaan dalain sebagainya yang tidak terselesaikan dengan tuntas semasih pacaran akan muncul lagi pada masa pernikahan. Kecenderungannya persoalan itu akan muncul dalam intensitas yang lebih besar setelah menikah, dan bukan makin berkurang. Untuk itulah dalam menjalani konseling pranikah persoalan-persoalan seperti itu digali dan dicari jalan pemecahanya. Bagi pasangan yang telah melakukan banyak komunikasi disaat pacaran, dan telah menjalani masa pacaran yang dewasa dan sehat di mana mereka berusaha mengenal dengan baik Pribadi, karakter, orangnya, latar belakangnya, dengan bertanya Apakah saya bisa hidup dengan dia yang memiliki gaya hidup seperti itu seumur hidup? Medel pacaran seperti itu merupakan modal yang sangat berharga.

2. Kesiapan Kepribadian dan Menafkahi keluarga.

Yang termasuk dalam kesiapan Kepribadian adalah sehubungan dengan kedewasaan atau kematangan kepribadian, dan kedewasaan dalam menafkahi keluarga yang mereka bentuk. Dalam Kesiapan Kematangan kepribadian sesungguhnya ada dua hambatan terbesar dalam berhubungan dengan orang lain yaitu bila kita tidak memahami orang lain dengan benar dan bila kita tidak mampu memahami diri kita sendiri dengan benar.

Seseorang yang mempunyai konsep diri yang jelas artinya ia mengetahui kepribadiannya sendiri dengan baik. Orang semacam itu akan mampu memahami keadaan dirinya sendiri sehingga akan lebih mudah menerima dirinya dengan baik pula.

Ketika seseorang mampu menerima dirinya dengan baik, Disertai dengan mampu memilih dan selanjutnya mampu menerima pasangannya dengan baik, maka dengan berkat kehadiran Tuhan di tengah rumah tanggaa seperti ini kebahagiaan lahir batin akan terwujut.

Sedangkan kesiapan pasangan untuk sanggup menafkahi keluarganya. Point ini lebih khusus ditujukan untuk calon suami namun tidak terkecuali istri . Seorang pria dan wanita ketika memutuskan untuk menikah maka mereka berdua harus mempuyai perencanaan yang matang tentang bagaimana ia nanti akan menghidupi anak dan keluarganya. Artinya, ia mempunyai visi yang jelas tentang pekerjaan yang akan dilakoninya kelak.

3. Kesiapan fisik

Apakah fisiknya sudah siap untuk menikah. Kita harus meyakini bahwa fisik kita sudah siap untuk menikah. Itulah sebabnya nikah terlalu dini juga tidak terlalu bagus, Demikian juga bila kita menikah terlalu tua juga kurang ideal.

4. Kesiapan Psikologis

Ketika seseorang berumah tangga, tangung jawab sebagai seorang suami atau istri akan memberikan beban secara psikologis. Orang yang tidak sanggup menerima beban tidak akan kuat menghadapi beban kehidupan rumah tangga.
Kesiapan psikologis disini adalah kematangan tertentu secara psikis untuk menghadapi berbagai tantangan besar dalam hidup. Orang yang tidak matang secara psikologis akan menyebabkan banyak sekali masalah dalam keluarga ketika memasuki perkawinan.
Dan disinilah suami istri saling bertolong-tolongan menanggung beban mereka. Seperti dinasehatkan Rasul Paulus kepada jemaat Galatia dalam Galatia 6:2 “Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.”

5. Kesiapan Finansial

Ternyata yang ada dalam perkawinan itu bukan hanya cinta. Aspek ekonomi juga sangat terlibat. Walaupun tidak berarti ketika seorang pria atau wanita ingin menikah maka ia harus memiliki rumah pribadi, mobil pribadi, perusahaan pribadi. Bukan itu. Tapi bagaimana seorang pria dan wanita ketika menikah siap nafkahi keluarganya dengan baik, artinya dapat mencukupi kebutuhan keluarga. Jangan sampai kita memasuki dunia perkawinan hanya dengan semangat baja, kita perlu berfikir secara realistis dalam mempersiapkandan menjalani pernikahan. Memang Allah sering kali menunjukan muzizatnya

6. Tahapan Persiapan Pernikahan.

6-10 Bulan Sebelum Hari-H

1. Tetapkan Hari Pertunangan/ lamaran.

2. Tetapkan hari dan tanggal pernikahan

3. Tentukan anggaran dan gaya pernikahan yang diinginkan

4. Tentukan jumlah tamu yang akan diundang

5. Pesan tempat untuk resepsi & pilih serta pesan catering.

6. Buat daftar tamu dan pastikan selalu ada ruang untuk koreksi.

7. Putuskan tujuan honeymoon, lakukan pemesanan tempat dan transportasi

4-5 Bulan Sebelum Hari-H

1. Selesaikan daftar tamu

2. Hubungi Gembala/ Pendeta, tentukan waktu dan tempat Consoling pranikah & pemberkatan pernikahan.

3. Pilih dan pesan kartu undangan & tema warna bunga-bunga dekorasi

4. Pilih beli/sewa jas, gaun untuk pengantin dan pengiring pengantin

5. Pilih MC, Pemain music dan tentukan dekorasi pelaminan / ruang pesta

6. Pilih dan hubungi photographer, baik untuk studio, liputan dan video

7. Pilih dan pesan kendaraan pengantin dan panitia

8. Pilih dan pesan tumpeng/ kue pengantin bila diperlukan.

3-4 Bulan Sebelum Hari-H

1. Ambil formulir pendaftaran pernikahan di kantor Pencatatan sipil, dan siapkan dokumen-dokumen yang diperlukan.

2. Lakukan pengecekan kesehatan pra-nikah

3. Konfirmasikan honeymoon (buat paspor bila perlu)

4. Hubungi penjahit untuk waktu mengepas jas, gaun manten dan pengiring.

1.6- 2 Bulan Sebelum Hari-H

1. Tulis dan atur pengiriman undangan

2. Selesaikan menu makanan dengan pihak catering

3. Siapkan bingkisan untuk para pengiring

4. Kunjungi penata rambut, putuskan model yang diinginkan. Booking untuk hari pernikahan. & Lakukan test make-up

5. Tentukan musik pengiring pernikahan, konsultasikan dengan MC dan pemain musik

4-5 Minggu Sebelum Hari-H

1. Kirim kartu undangan

2. Konfirmasikan tempat dan tranfortasi Honeymoon.

2-3 Minggu Sebelum Hari-H

1. Susun jadwal acara pernikahan, gandakan dan berikan masing-masing: keluarga pengantin, para pengiring, panitia, supir, petugas photo dan video

2. Konfirmasikan jumlah undangan dan hal-hal lain yang diinginkan kepada pengurus gedung dan catering .

3. Konfirmasikan semua pesanan dan detail untuk bunga, sewa kendaraan, photographer, dekorasi, kue, mobil, pemain musik dan lainnya.

4. Mencoba sepatu, jas dan gaun pengantin lengkap dengan aksesorisnya.

5. Siapkan barang-barang yang akan dibawa ke rumah baru

6. Lakukan facial dan lulur ke ahlinya.

1 Minggu Sebelum Hari-H

1. Bersantailah, yakinkan dengan pertolongan Tuhan semuanya akan beres

1. Setelah Pemberkatan dan Pesta Nikah Berkemas untuk Bulan madu,

2. Bagilah photo, bingkisan bila dana mencukupi kepada para pengiring dan penerima tamu serta panitia pernikahan sebagai ucapan terimakasih dan kenang-kenagan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar