Rabu, 15 Juli 2009
Ratih dan Donny adalah dua orang mahasiswa di sebuah Universitas swasta di Surabaya. Persahabatan mereka sudah dimulai sejak mereka di bangku SMA. Ketika di Universitas hubungan mereka semakin dekat dan akhirnya berpacaran. Mereka sama-sama sepakat untuk meneruskan hubungan mereka ke pernikahan. Setelah mereka menamatkan pendidikan, mereka berencana segera menikah, setelah salah satu dari mereka mendapatkan pekerjaan. Mereka sangat senang dengan adanya kabar baik bahwa Donny mendapat panggilan bekerja di sebuah perusahaan Asing yang ada di Jakarta. Segera Ratih dan Donny bertunangan, dan setelah Donny pasti diterima dan bekerja maka akan segera menikahi Ratih dan akan memboyongnya ke Jakarta. Betapa senang hati Ratih, hatinya berdebar-debar menantikan hari bahagia itu. Tak terasa waktu demi waktu berlalu, Donny yang ditunggu-tunggu tidak kunjung datang. Ratih mulai gelisah tetapi Donny tidak kunjung datang, bahkan kabar beritanyapun tidak kedengaran lagi. Lima tahun berlalu samapi terdengar kabar bahwa Donny sudah menikah di Jakarta. Ratih sangat kecewa, hatinya hancur menyesali ketidaksetiaan Donny.
Manusia dengan mudah berjanji, tetapi dengan mudah pula mengingkari. Sekalipun janji itu sungguh-sungguh namun banyak hal yang membuat manusia tidak bisa menepati janjinya. Yesus sebelum terangkat ke surga pernah berjanji bahwa Ia akan segera datang kembali. Sejak saat itu murid-murid-Nya menanti-nantikan kedatangan-Nya, bahkan generasi demi generasi berganti menanti-nantikan kedatangan-Nya, tetapi sampai hari ini Dia belum datang. Apakah Dia lupa atau Dia ingkar seperti halnya Donny? Jawabannya TIDAK. “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian.” II Petrus 3:9. Rasul Paulus mencatat dalam Ibrani 10:37, “Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi, dan Ia akan datang,akan segera datang, tanpa menundanya lagi.”
Tuhan katakan bahwa waktu kedatangan-Nya tidak seorangpun yang tahu, seperti kedatangan pencuri ketika penghuni rumah itu sedang tertidur lelap. Namun sekalipun waktu kedatangan-Nya menjadi rahasia Allah, kita tidak dibiarkan dalam kebingungan menunggu tanpa kepastian. Sebagaimana Alkitab mencatat tentang rencana kedatangan-Nya untuk menjelma menjadi manusia dan sudah dinubuatkan ribuan tahun sebelum Dia lahir, dan buktinya sudah Dia genapi. Maka untuk kedatangan-Nya yang kedua kali juga sudah dinubuatkan. Ketika Raja Nebukadnesar di waktu malam dia memikirkan tentang masa depan bangsanya, dia bermimpi. Bila kita membaca Daniel 2 kita dapati bahwa mimpi itu diterangkan artinya oleh Daniel atas inspirasi dari Tuhan. Makna dari mimpi tersebut yakni kerajaan demi kerajaan akan bangkit menguasai dunia yang dimulai dari kerajaan Babel, terus berganti sampai pada kerajaan yang digambarkan dengan kaki patung yang terbuat dari besi dan tanah liat. Di jaman bangsa-bangsa yang terpecah belah ini, maka sebuah batu lepas mengenai kaki patung itu, maka hancurlah seluruh patung itu yang melambangkan kerajaan-kerajaan penguasa itu, maka batu itu menjadi besar memenuhi bumi. Batu itu melambangkan kerajaan Kristus yang akan berkuasa selama-lamanya.
Alkitab telah memberi kepastian bahwa Ia akan datang kembali. Pada penutupan Alkitab sebagai pesan penting Dia mengulangi janjiNya sampai tiga kali, “Sesungguhnya Aku datang segera,” “Ya, Aku datang segera.” Wahyu 22: 7, 12,20. Tidak penting bagi kita kapan waktunya Ia datang, yang terpenting bagi kita adalah mempersiapkan diri kita untuk menyambut kedatangan-Nya. Tuhan memberkati.
Minggu, 28 Juni 2009
Kesiapan Menuju Pernikahan
Cinta adalah salah satu ANUGRAH yang begitu Indah yang Allah berikan kepada manusia ciptaanNya. Allah menghiasi hati manusia dengan perasaan cinta pada banyak hal. Salah satunya adalah cinta seorang lelaki kepada seorang wanita, demikian jugalah sebaliknya.
Rasa cinta diantara pria dan wanita itu bisa menjadi anugerah yang begitu indah jika luapkan sesuai dengan prinsip-prinsip Allah. Saking indah nya cinta itu maka para pujangga, Para seniman, tidak akan pernah kehabisan kata untuk menuliskan dalam bentuk syair, sajak artikel, lagu-lagu dan lukisan tentang indahnya rasa cinta itu. Namun, perasaan cinta dapat membawa manusia ke jurang kehancuran, bila diumbar demi kesenangan semata dan dikendalikan nafsu liar.
Setiap pasangan Pria dan wanita yang akan mengambil keputusan besar untuk Menikah (dipersatukan dalam pernikahan khudus) dan ingin agar pernikahannya menjadi pernikahan yang membahagiakan seumur hidupnya , maka mereka berdua harus mempersiapkan sebaik baiknya minimal dalam 5 hal. Yaitu : 1. Kesiapan Bagaimana mereka bisa saling menyesuaikan diri, 2. Kesiapan Pemikiran, 3. Kesiapan Psykologis, 4. Kesiapan fisik, dan yang ke 5 adalah adanya Kesiapan Finansial . Untuk itu mari kita bahas satu persatu kelima bagian ini.
1. Kesiapan Untuk Saling Menyesuaikan diri.
Persiapan pernikahan yang harus dimiliki oleh pasangan calon mempelai adalah persiapan bagaimana mereka bisa saling menyesuaikan diri. Karena selama ini mereka adalah dua pribadi dari latar belakang yang berlainan dan sekarang akan hidup bersama-sama. Jadi kita mempersiapkan bagaimana mereka nanti bisa secara harmonis hidup bersama-sama. Disinilah sangat diperlukan bimbingan pranikah bagi pasangan muda . Biasanya pelaksanaanya ± 6 hinggaa 8 kali pertemuan. Dalam masa konseling itu akan membahas dan mendiskusikan materi materi sebagai berikut : Pernikahan dipandang dari sudut Kekristenan, b.) Mengenal diri sendiri dan pengenalan pribadi pasangannya, apakah saya mau berhubungan dengan orang lain.c) Bagaimana berkomunikasi, dan mengatur keuangan dengan baik, d) Marah dan kasih, bagaimana menangani kemarahan, e) Pendidikan sexual, harapan-harapan dalam pernikahan juga anak-anak, dan yang terakhir (g) adalah tentang Komitmen yaitu apakah mereka mau berkomitmen seumur hidup. Itulah tadi hal-hal yang biasanya didiskusikan dalam konseling parnikah. Konselor biasanya akan mengajak pasangan ini membuka pandangannya, membuka mata lebar-lebar melihat kecocokan dan ketidak cocokan yang ada selanjutnya konselor memberikan 1 dari 3 rekomendasi seperti berikut ini. Yang pertama (1) “Menyetujui” silahkan menikah. (2) berikutnya yang kedua “Menunda”, bila mereka belum siap (3) saran yang terakhir “Meminta dibatalkan” bila pasanga tersebut jelas-jelas memunjukan ketidak cocokan yang parah. Karena bila diteruskan mereka tidak akan cocok dan hubungan mereka tidak akan sehat .
Kita perlu menyadari bahwa Persoalan yaitu seperti ketidak cocokan, kecemburuan, ketidak setiaan, ketidak percayaan dalain sebagainya yang tidak terselesaikan dengan tuntas semasih pacaran akan muncul lagi pada masa pernikahan. Kecenderungannya persoalan itu akan muncul dalam intensitas yang lebih besar setelah menikah, dan bukan makin berkurang. Untuk itulah dalam menjalani konseling pranikah persoalan-persoalan seperti itu digali dan dicari jalan pemecahanya. Bagi pasangan yang telah melakukan banyak komunikasi disaat pacaran, dan telah menjalani masa pacaran yang dewasa dan sehat di mana mereka berusaha mengenal dengan baik Pribadi, karakter, orangnya, latar belakangnya, dengan bertanya Apakah saya bisa hidup dengan dia yang memiliki gaya hidup seperti itu seumur hidup? Medel pacaran seperti itu merupakan modal yang sangat berharga.
2. Kesiapan Kepribadian dan Menafkahi keluarga.
Yang termasuk dalam kesiapan Kepribadian adalah sehubungan dengan kedewasaan atau kematangan kepribadian, dan kedewasaan dalam menafkahi keluarga yang mereka bentuk. Dalam Kesiapan Kematangan kepribadian sesungguhnya ada dua hambatan terbesar dalam berhubungan dengan orang lain yaitu bila kita tidak memahami orang lain dengan benar dan bila kita tidak mampu memahami diri kita sendiri dengan benar.
Seseorang yang mempunyai konsep diri yang jelas artinya ia mengetahui kepribadiannya sendiri dengan baik. Orang semacam itu akan mampu memahami keadaan dirinya sendiri sehingga akan lebih mudah menerima dirinya dengan baik pula.
Ketika seseorang mampu menerima dirinya dengan baik, Disertai dengan mampu memilih dan selanjutnya mampu menerima pasangannya dengan baik, maka dengan berkat kehadiran Tuhan di tengah rumah tanggaa seperti ini kebahagiaan lahir batin akan terwujut.
Sedangkan kesiapan pasangan untuk sanggup menafkahi keluarganya. Point ini lebih khusus ditujukan untuk calon suami namun tidak terkecuali istri . Seorang pria dan wanita ketika memutuskan untuk menikah maka mereka berdua harus mempuyai perencanaan yang matang tentang bagaimana ia nanti akan menghidupi anak dan keluarganya. Artinya, ia mempunyai visi yang jelas tentang pekerjaan yang akan dilakoninya kelak.
3. Kesiapan fisik
Apakah fisiknya sudah siap untuk menikah. Kita harus meyakini bahwa fisik kita sudah siap untuk menikah. Itulah sebabnya nikah terlalu dini juga tidak terlalu bagus, Demikian juga bila kita menikah terlalu tua juga kurang ideal.
4. Kesiapan Psikologis
Ketika seseorang berumah tangga, tangung jawab sebagai seorang suami atau istri akan memberikan beban secara psikologis. Orang yang tidak sanggup menerima beban tidak akan kuat menghadapi beban kehidupan rumah tangga.
Kesiapan psikologis disini adalah kematangan tertentu secara psikis untuk menghadapi berbagai tantangan besar dalam hidup. Orang yang tidak matang secara psikologis akan menyebabkan banyak sekali masalah dalam keluarga ketika memasuki perkawinan. Dan disinilah suami istri saling bertolong-tolongan menanggung beban mereka. Seperti dinasehatkan Rasul Paulus kepada jemaat Galatia dalam Galatia 6:2 “Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.”
5. Kesiapan Finansial
Ternyata yang ada dalam perkawinan itu bukan hanya cinta. Aspek ekonomi juga sangat terlibat. Walaupun tidak berarti ketika seorang pria atau wanita ingin menikah maka ia harus memiliki rumah pribadi, mobil pribadi, perusahaan pribadi. Bukan itu. Tapi bagaimana seorang pria dan wanita ketika menikah siap nafkahi keluarganya dengan baik, artinya dapat mencukupi kebutuhan keluarga. Jangan sampai kita memasuki dunia perkawinan hanya dengan semangat baja, kita perlu berfikir secara realistis dalam mempersiapkandan menjalani pernikahan. Memang Allah sering kali menunjukan muzizatnya
6. Tahapan Persiapan Pernikahan.
6-10 Bulan Sebelum Hari-H
1. Tetapkan Hari Pertunangan/ lamaran.
2. Tetapkan hari dan tanggal pernikahan
3. Tentukan anggaran dan gaya pernikahan yang diinginkan
4. Tentukan jumlah tamu yang akan diundang
5. Pesan tempat untuk resepsi & pilih serta pesan catering.
6. Buat daftar tamu dan pastikan selalu ada ruang untuk koreksi.
7. Putuskan tujuan honeymoon, lakukan pemesanan tempat dan transportasi
4-5 Bulan Sebelum Hari-H
1. Selesaikan daftar tamu
2. Hubungi Gembala/ Pendeta, tentukan waktu dan tempat Consoling pranikah & pemberkatan pernikahan.
3. Pilih dan pesan kartu undangan & tema warna bunga-bunga dekorasi
4. Pilih beli/sewa jas, gaun untuk pengantin dan pengiring pengantin
5. Pilih MC, Pemain music dan tentukan dekorasi pelaminan / ruang pesta
6. Pilih dan hubungi photographer, baik untuk studio, liputan dan video
7. Pilih dan pesan kendaraan pengantin dan panitia
8. Pilih dan pesan tumpeng/ kue pengantin bila diperlukan.
3-4 Bulan Sebelum Hari-H
1. Ambil formulir pendaftaran pernikahan di kantor Pencatatan sipil, dan siapkan dokumen-dokumen yang diperlukan.
2. Lakukan pengecekan kesehatan pra-nikah
3. Konfirmasikan honeymoon (buat paspor bila perlu)
4. Hubungi penjahit untuk waktu mengepas jas, gaun manten dan pengiring.
1.6- 2 Bulan Sebelum Hari-H
1. Tulis dan atur pengiriman undangan
2. Selesaikan menu makanan dengan pihak catering
3. Siapkan bingkisan untuk para pengiring
4. Kunjungi penata rambut, putuskan model yang diinginkan. Booking untuk hari pernikahan. & Lakukan test make-up
5. Tentukan musik pengiring pernikahan, konsultasikan dengan MC dan pemain musik
4-5 Minggu Sebelum Hari-H
1. Kirim kartu undangan
2. Konfirmasikan tempat dan tranfortasi Honeymoon.
2-3 Minggu Sebelum Hari-H
1. Susun jadwal acara pernikahan, gandakan dan berikan masing-masing: keluarga pengantin, para pengiring, panitia, supir, petugas photo dan video
2. Konfirmasikan jumlah undangan dan hal-hal lain yang diinginkan kepada pengurus gedung dan catering .
3. Konfirmasikan semua pesanan dan detail untuk bunga, sewa kendaraan, photographer, dekorasi, kue, mobil, pemain musik dan lainnya.
4. Mencoba sepatu, jas dan gaun pengantin lengkap dengan aksesorisnya.
5. Siapkan barang-barang yang akan dibawa ke rumah baru
6. Lakukan facial dan lulur ke ahlinya.
1 Minggu Sebelum Hari-H
1. Bersantailah, yakinkan dengan pertolongan Tuhan semuanya akan beres
1. Setelah Pemberkatan dan Pesta Nikah Berkemas untuk Bulan madu,
2. Bagilah photo, bingkisan bila dana mencukupi kepada para pengiring dan penerima tamu serta panitia pernikahan sebagai ucapan terimakasih dan kenang-kenagan.
Sabtu, 16 Mei 2009
P E N D A H U L U A N
Empat Macam Cinta
Empat Macam Cinta
Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi (Yohanes 13:34)
Dalam kehidupan dunia ini, kamu-kamu pasti merasakan adanya cinta. Dan cinta itulah yang membuat kita bertumbuh dan kuat, meskipun kita ada masalah yang menghadang kita. Cinta itu terbagi 4 jenis, yaitu: cinta Agape, cinta Storge, cinta Fileo, dan cinta Eros.
Pertama... cinta Agape sering disebut cinta kasih yang nggak nuntut balasan (alias tanpa pamrih). Tuhan adalah sosok cinta Agape yang nggak pernah pudar, kering, dan bahkan habis. Cinta Agape hanya bersumber dari Kristus dan juga pada orang yang udah menerima-Nya secara pribadi. Subyek cinta Agape adalah Tuhan itu sendiri.
Kedua... cinta Storge adalah cinta kasih ortu ama anaknya, anak ama ortu, kita ama saudara, dan kita ama famili. Pada dasarnya cinta kasih ini bisa ditemukan di kalangan yang masih berstatus saudara.
Ketiga... cinta Fileo adalah cinta kasih antara sesama teman dalam pergaulan sehari-hari. Cinta kasih ini sering berbentuk kesetiakawanan, saling membantu, menguatkan, dan memberi dukungan. Cinta kasih inilah yang membuat manusia hidup bersosialisasi dan berkelompok.
Terakhir... cinta Eros yaitu cinta kasih romantis yang berdasarkan birahi, seksual, dan yang timbul karena hasrat jasmaniah di antara 2 insan yang berbeda jenis kelamin. Ciri-ciri cinta kasih Eros ialah: ada perkataan yang bersifat romantis, mesra, dan penuh kasih sayang. Biasanya cinta ini menbawa kegairahan dalam kehidupan rumah tangga.
Tuhan menganugerahkan semua cinta ini pada manusia, supaya kita bisa terapkan dalam kehidupan. Apa itu kehidupan beragama, berkeluarga, berteman, maupun pernikahanSelasa, 17 Februari 2009
Sebuah Panggilan
Itulah yang saya maksud dengan panggilan untuk menikah. Menikah atau pun tidak menikah adalah sebuah panggilan, sangatlah tidak dianjurkan sebuah pernikahan tanpa dilandasi kasih yang tulus. Banyak alasan seseorang segera menikah, karena usia, desakan ekonomi, status di masyarakat dll., yang tentu saja tidak diijinkan dan ini bukanlah "panggilan".
Senin, 16 Februari 2009
Tata Tertib Konseling
Mengapa begitu perlu bimbingan pra-nikah ini. Bagi saya bimbingna seperti ini bukan saja perlu bahkan wajib, jika tidak saya sebagai pelayan yang ditugaskan dalam pelayanan pernikahan tidak bersedia melakukannya jika tidak melewati masa konseling pra-nikah. Nilai pentingnya bimbinga ini tentu bukan bagi konselor tapi lebih merupakan kebutuhan mendesak bagi setiap pasangan. Sekalipun kebutuhan bimbingan ini tidak serta merta dirasakan oleh konsili, jadi para orang tua dan siapa pun yang dituakan dalam gereja haruslah mendorong setiap pasangan untuk lebih awal mendapat konseling, terlepas pasangan itu jadi menikah atau tidak. Karena pada dasarnya konseling pra-nikah juga perperan dalam mencegah pernikahan yang tidak siap atau memang tidak memiliki alasan yang benar. Demikian juga artikel dalam blog ini juga ingin mempersiapkan anda untuk lebih memahami perlunya konseling dan pemahaman yang baik tentang pernikahan kristiani.
Perlu dipahami pula bahwa konseling pra-nikah (KPN) bersifat rahasia di antara konselor dan pasangan. Itu sebabnya adalah kesempatan bagi konsili untuk lebih terbuka akan rencana dan segala sesuatu di balik rencana pernikahan mereka. Dan jika seandainya melalui konseling ini anda tercegah untuk meneruskan rencananya karena menemukan sesuatu yang jelas tidak mungkin dipersatukan maka perlu dan harus diingat bahwa seluruh pembicaraan adalah rahasia, tetap disimpan selama-lamanya, tidak bocor kepada siapapun termasuk pada pasangannya yang baru.
Ada baiknya bahwa KPN juga memiliki satu pertemuan tambahan setelah acara pernikahan untuk mem-follow-up berbagai teori yang pernah disampaikan sebelumnya, tentu akan lebih up to date karena pasangan sudah mulai memahami makna sesungguhnya dari segala yang dibicarakan.
Satu hal yang jelas wajib dimiliki oleh pasangan KPN sebelumnya adalah surat baptisan, itu sebabnya setiap pasangan KPN haruslah anggota dari jemaat di mana pun, yang kemudian meminta rujukan dari jemaatnya masing-masing sehingga konselor merasa pasti untuk menindaklanjuti langkah-langkah konseling. Prasarat lainnya tentu saja akan dibutuhkan surat-surat penting lainnya untuk kebutuhan pencatatan sipil agar tercatat resmi dinegara RI sebagai keluarga yang sah.
Kami menganjurkan kepada setiap pasangan, bila mencari konselor atau pendeta yang hendak memberkati, sebaiknya kepada gembala jemaat setempat di mana saudara menjadi anggotanya. Namun jika mendapat kesulitan karena jarak dan waktu, maka biarlah gembala jemaat berkoordinasi dengan konselor atau pendeta di mana dapat dijangkau oleh pasangan KPN. Hal ini demi kebaikan dan pemeliharaan pasangan di kemudian hari, dan pada saat yang sama gembala anda akan lebih respect karena andapun telah menghargainya. ... OK!
Dan jika anda berada di sekitar RS Advent Bandung kami siap melayaninya.
Minggu, 15 Februari 2009
Temui Konselor Lebih Awal
Sehubungan dengan pergaulan muda-mudi saat ini, saya memiliki kerinduan untuk menyediakan situs yang dapat digunakan untuk membimbing mereka menemukan jalan yang direstui Allah dalam kehidupan rumah tangga. Orang-orang muda yang sangat dinamis, bergaul begitu supel namun diiringi juga dengan bahaya seksual yang rentan dan bahkan sebagaimana saya sebutkan di atas banyak yang gagal sebelum masuk dalam kesucian rumah tangga.
Jika anda pemuda-pemudi yang berharap langkah di kemudian hari tidak menyesal, adalah penting untuk terus menjelajahi blog/situs ini untuk menemukan bimbingan bimbingan yang tepat sesuai dengan firman Tuhan.
Tentu saja blog ini mirip dengan konseling pranikah on-line, namun lebih dari pada itu kami berharap bahwa anda akan menemukan langkah yang tepat ketika mulai mencari pasangan. Dan sesungguhnya konseling pranikah bukanlah bimbingan yang ketika datang di hadapan konselor setelah siap marriage.... ini keliru besar!! Ketika anda dalam situasi kritis dan berada pada jalan bercabang atau jalan buntu datanglah pada konselor, atau kunjungi situs serupa ini bila anda masih malu-malu! Telusurilah and God Bless U!